Postingan

Road to save citarum (middle position)

Gambar
menelusuri masalah yang adapada masyarakat menjadi hal yang harus kami pelajari dengan baik sejak sekolah menengah atas, agar setelah lulus bisa berkecimpung dengan masyarakat menjadi hal yang biasa. kemarin Sabtu santriwati SMA mendapat jadwal outing, seperti biasa agendanya selalu menjadi rahasia sampai kami tiba di lokasi. lokasi yang kami tuju adalah Cililin tepatnya yayasan saung aceng. dekat dengan waduk saguling. pemiliknya masih muda, Pak Andri namanya. ia pengelola sekaligus pendiri saung aceng sejak 2014 lalu. tidak banyak basa basi dan waktu yang diluangkan untuk kami beristirahat selepas perjalanan, kami digiring masuk kedalam hutan dengantiga orang pembimbing, salah satunya yang paling dewasa (dua orang lainnya sepertinya masih setingkat SMP) bernama pak Amar, beliau membawa kami melewati jalan setapak yang kiri kanannya kalau bukan kebun adalah pepohonan lebat. kami berhenti di tengah jalan, disebuha lahan yang cukup terbuka dan dari sana terlihat genangan air yang...

Muslimah berpolitik chap.I

Gambar
Perpolitikan disetiap negara sebagian besar didominasi oleh laki-laki, sedikit sekali perempuan yang berkontribusi aktif didalamnya. Majalah serial Suara Muhammadiyah edisi ke-2 (tahun ke-103 16-31 Januari 2018) mengungkapkan artikel berisi 4 tokoh perempuan Muslim yang melibatkan dirinya secara aktif dalam perpolitikan negaranya. berikut penjelasannya, (mengutip artikel dalam majalan Suara Muhammadiya tersebut) Ilhan Omar, perempuan kelahiran Somalia dan telah menjadi imigran ke Amerika, pada tahun 2014 lalu beliau telah menjadi korban kericuhan saat rapat anggota partai DFL(Demokrat untuk Petani dan Buruh) hingga sempat membuatnya gegar otak ringan. meski setelahnya ia sadar sepenuhnya bahwa kesetaraan politik di negara Amerika bagi perempuan Muslim, imigran, dan berkulit hitam pasti menempuh jalan yang sulit, namun hebatnya Omar justru menyatakan bahwa semakin tertarik dengan perpolitikan.  "bagi saya, jika saya masih bisa berbicara dengan mereka yang memiliki seja...

Movement self-story IPM

Gambar
Ini adalah mengenai pengalamanku ketika mengikuti kegiatan pelatihan kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) setingkat Pimpinan Daerah (PKMTM II/Pelatihan Kader Muda Taruna Melati II). Di bulan desember yang cuacanya amat abstrak untuk mendeskripsikan musim apa yang sedang melanda tanah Ujung Berung ini. Terlalu cepat ketika Ninda datang secara tiba-tiba dan mengajakku segera pergi ke lokasi TM II dengan alasan tak ada panitia yang bisa hadir untuk mempersiapkan tempat yang akan digunakan untuk esok hari. Aku yang pada acara TM II ini berperan sebagai sekretaris pelaksana juga peserta menjadi ricuh ketika Ninda datang, aku punya tanggung jawab besar disana. Segera aku meminta izin lebih awal kepada Pembina dan beberapa pimpinan di sekolah. Dan semakin lebih ricuh mengingat segala persiapan administrasi rupanya belum selesai. Hahaha, akan lebih sebal lagi ketika orang-orang tahu seberapa lama aku dan Ninda menunggu kedatangan sang driver dari taxi online yang kami pesan. Beberap...

Hari pertama MUSYWIL IPM JABAR ke-18

Kamis, 26 Oktober 2017. Perjalanan ke Tasikmalaya kami tempuh bersama sejak pukul setengah tujuh pagi hingga kami sampai di lokasi Musyawarah Wilayah berlangsung kurang lebih pukul sebelas menjelang siang. tepat empat jam waktu normal untuk menempuh perjalanan dari Bandung hingga kota Tasikmalaya. Awalnya, setiap utusan Pimpinan Cabang IPM Kota Bandung ini berkumpul di Sport Jabar Arcamanik terlebih dahulu pukul enam pagi untuk diadakan briefing perjalanan, gambaran acara, pengecekan ulang peserta, pembagian batik untuk menyeragamkan pakaian, berkenalan satu sama lain, hingga hal terakhir yang kami lakukan sembari menunggu kedatangan bis umum jurusan Bandung-Tasikmalaya ialah berfoto bersama terlebih dahulu 😆. Perjalanan yang kami tempuh tidak cukup terasa jika bukan karena tikungan-tikungan tajam rute pegunungan yang kami tempuh itu menjadikan perut-perut kami mual dan masuk angin, perjalanan yang hidup . saya sendiri merasakan lelah perjalanannya, ketika meminum obat masuk angi...

Rutinitas sederhana

hari ini bertepatan dengan tanggal 22 oktober 2017. berdasarkan keputusan presiden nomor 22 tahun 2015 telah ditetapkan bahwa pada tanggal ini adalah hari santri. kepres tersebut menyatakan bahwa ulama dan santri memiliki peran yang cukup besar dalam meraih kemerdekaan Indonesia dari tangan para penjajah. yap, saya sendiri yang merupakan seorang santriwati tentunya turut memeriahkan peringatan hari santri nasional dengan cara mengunggah beberapa photo kegiatan selama di pesantren bersama teman-teman ke social media, berhubung tanggal 22 oktober ini bertepatan dengan hari minggu. hal lain yang saya lakukan untuk berpartisipasi memeriahkan hari santri adalah dengan melakukan hal produktif. yakni menulis. dan yang terpaparkan pada berikut ini adalah mengenai keseharian santriwati di ponpes saya yang barangkali orang awam penasaran "apasih sebenarnya rutinitas santri itu ?" dan inilah jawaban kecilnya. sebelum fajar datang pada waktunya, kami telah bangun untuk bersiap. beber...

makan pesantren cita rasa hotel

Gambar
Di minggu ini, akan saya ceritakan kepada bagian dari dunia mengenai beberapa makanan yang di masak di pondok pesantren saya. Tidakkah teman-teman penasaran ketika membaca judul ? apa tidak terlalu berlebihan disana di sebutkan bahwa di pondok pesantren saya cita rasa makanan yang di masak di dapurnya memiliki cita rasa hotel ? hmm, tentu saja jawabannya tidak. Sebelum saya jelaskan bagaimana makanan yang ada di ABS (‘Aisyiyah Boarding School), biarkan saya mengenalkan sedikit profil cheff ABS. Cheff yang dimaksudkan ialah bapak Yudi. Beliau sempat beberapa kali menjadi cheff di kapal pesiar, lalu beralih menjadi executive cheff di beberapa hotel berbintang hingga saat ini. Jadi, selain memasak di ABS beliau juga menyempatkan waktu untuk mengarahkan juru masak di beberapa hotel. Ini menjadi salah satu alasan (saya pikir) tulisan ini diberi judul tersebut. Karena sesungguhnya yang menyarankan judul ini adalah guru favorit saya saat ini 😊 Karena cukup terbebani team 1 ming...

curhat si santriwati

            Sudah lama. Sangat lama sekali bagiku tidak mengaktifkan kembali blog ini. Sebulankah ? dua bulankah? Ah, atau bahkan sudah tiga bulan lamanya blog ini tidak memberikan cerita barunya. Sejak liburan kenaikan kelas beberapa waktu lalu bukan? Yah, sejak aku kesulitan mendapatkan akses internet hingga pada akhirnya aku mulai menemukan titik jenuh dan kehabisan inspirasi ketika akses internet kembali mudah untuk didapatkan. Hari minggu kemarin, tepat tanggal 10 September 2017. Aku merasa telah mendapatkan sebuah pukulan keras dari berbagai pihak yang darinya sangat menguji kesabaranku. Barangkali memang hanya hal sepele yang tidak cukup kuat untuk melewati batas kesabaranku, tapi apa daya ketika masalah itu ditekankan berkali-kali di sepanjang hari? Aku sungguh tidak menganggap kemarin itu sebagai hari sial. Karena aku percaya bahwa dalam satu hari pasti ada suatu “keuntungan” bahkan banyak, yang sayangnya orang-orang terkadang mengabaikannya. ...